“…Saat ini yang dibutuhkan hanya kaki yang akan berjalan
lebih jauh dari biasanya…
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya…
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas…
Lapisan tekad yang seribu kali lebih kuat dari baja…
Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta
Mulut yang akan selalu berdoa…”
Sungguh, semua kenangan indah di puncak gunung tertoreh abadi di dalam
jiwa para pendaki. Sebuah pengalaman yang diraih setelah perjuangan
panjang mengalahkan diri sendiri. Setelah diri berani mengambil
keputusan di antara beberapa pilihan; terus mendaki atau berhenti sampai
disini. Karena yakinlah, bahwa tidak hanya di gunung saja kita harus
membuat keputusan di tengah tekanan. Dan betapa hidup itu mahal. Betapa
hidup itu ternyata terdiri dari berbagai pilihan. Sebab kita harus mampu
memilihnya meski dalam kondisi terdesak. Sehingga di gununglah kita
belajar. Di gununglah kita bisa lebih baik dalam memilih yang terbaik.
Papandayan
30-31 Agustus 2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar