Selasa, 01 Juli 2014

Ku Bersyukur....




          Bersyukur itulah yang saya rasakan sekarang sebab Allah masih memberi kesempatan untuk melihat indahnya dunia dan berbenah diri. Alhamdulillah syukur masih diberikan nikmat umur dan iman walau masih ada bolong yang harus segera saya tambal.

          Dengan bertambahnya usia berarti telah berkurang umur saya. Terima kasih untuk semua orang yang telah membantu saya. Mohon maaf atas segala khilaf dan jika saya belum bisa membalas budi baik orang tua beserta seluruh keluarga, sahabat-sahabat serta orang-orang yang tak dapat disebutkan namanya satu persatu termasuk sahabat baca semoga budi baiknya dibalas Allah SWT.
  hidup datang sebentar lalu pulang untuk selamanya. Bersyukur untuk kita yang masih bisa merasakan nikmatnya hidup namun kesenangan itu harus dibagi untuk mencari bekal untuk pulang kerumah yang abadi.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat Sesungguhnya hitungan nafas kita telah di tetapkan Dentingan detik tlah di perhitungkan Semuanya akan pergi tak akan bisa kembali

Alhamdulillah YA ALLAH Engkau masih memberiku kesempatan buat memperbaiki diri
Agar gak termasuk orang yang merugi apalagi celaka..dihari pembalasan nanti
Beri hambaMU ini kekuatan untuk menjalani hidup ini untuk mendapatkan Ridho Illahi
Walau kadang hamba sering lupa diri keasyikan dengan urusan duniawi

Banyak orang dengan datangnya ultah mereka malah merayakannya dengan hura - hura sampe lupa dengan Sang Maha Kuasa 
Padahal dengan bertambahnya umur kita otomatis jatah hidup kita di dunia semakin berkurang
Semakin dekat dengan kematian yang akan di mintai pertanggungan jawab
Atas amanat umur yang di berikan kepadanya

YA ALLAH ampunilah semua dosa - dosa yang tlah q perbuat di hari kemarin 
Sering melalaikan perintah MU 
Beri hamba kekuatan buat menjalani sisa umur ini tuk berbuat kebaikan semakin mendekatkan diri kepadaMU
Semoga kesuksesan dunia dan akherat dapat q raih 
Aamiin aamiin aamiin yarobbal'alamin


Ya Allah Dzat Yang Maha Perkasa
Kuatkan aku dalam melaksanakan perintahmu, hindarkan aku dari maksiat dan kecenderunganku untuk berbuat dosa padaMu
Jangan jauhkan aku dari belaian cintaMu
Jangan biarkan aku berkeliaran dalam kubangan kecerobohan dan kenistaan
Jangan biarkan aku turutkan nafsu dan kepuasan manusia yang ada padaku

Ya Robbi
Di usia ku yang semakin tua
Ingatkan aku selalu pada kematian, yang pasti akan menjemputku
Berikan kekuatan padaku untuk mengumpulkan bekal
Keping-keping amal untuk menjadi teman ku di perjalanan
Karena aku tahu aku hanya rahmatMu yang akan dapat menyelamatkan ku
Selamatkan aku dari siksa nerakaMu yang sungguh aku tak sanggup untuk membayangkan dahsyatnya apalagi untuk merasakan bara di dalamnya.
Hindarkan aku dari kejelekan di akhir hidupku karena dosa dan salahku
Aku berharap Rahmat-Mu dengan kebaikan akan menyertaiku pada saat kematianku

Ya Allah Dzat Yang Maha Pemersatu
Kumohon padamu ampunkan saudara dan sahabat-sahabatku
Berikan kekuatan padaku agar adanya diriku memiliki arti bagi mereka
Satukan ikatan kami dalam menjalin cinta dan ukhuwah karenaMu
Kuatkan iman kami dan eratkan ikatan antar hati kami dalam mahabah kepadaMu
Untuk bersama-sama mengabdi padaMu
Turut berjuang mengakkan ‘izzah agamaMu

Dan kepada keluargaku, ayah ibuku
Berikan ampunan kepada mereka dan belas kasihanilah mereka
Sampaikan terima kasihku pada Ibu yang telah melahirkan dan mendidikku
Dan sampaikan baktiku pada Ayah yang telah mengajarkan aku untuk mengenalMu
Pada adik dan kakakku yang telah menyertaiku dalam berjuang menuju RidhoMu

Ya Allah Ya Rahim
Berikan kepadaku keikhlasan dalam amalku
Hindarkan aku dari ujub, riya dan iri dengki
Dan semua penyakit hati yang akan mengotori fikiranku
Berikan kekuatan iman dihatiku
Untuk melawan nafsu yang mengajakku bermaksiat daripadaMu
Jagalah aku dan perbuatanku
Karena hanya engkaulah yang mampu menjagaku dengan matamu yang tiada pernah tidur dan tiada pula terlupa.

Allahu Robbi
Masih dalam derai khidmat munajatku padamu
Aku berharap engkau hadirkan padaku seorang sahabat sejati yang rela menyertaiku
Yang ridho karenaMu untuk mendampingiku dalam mujahadah di jalanMu
Yang ikhlas mencintaiku karena cintanya padaMu
Yang tulus bersama mengarungi bahtera hidup menuju Ridho-Mu
Dan berharap bersama berkumpul dibahwah naungan payungMu
Dalam rombongan Rasul tercinta di hari yang dinantikan itu.

Harapanku di usia yang semakin dewasa ini; 1) Semoga bisa menjadi pribadi yang shalihah, taat berjalan diatas ajaran agama dalam setiap sendi kehidupan. 2) Sukses semuda mungkin, lancar rezeki, rezeki yang halal dan barokah,. Dijauhkan dari rezeki yang membawa madhorot bagi kehidupanku.  3) Didekatkan dengan jodoh, jodoh yang shalih, menutupi kekuranganku, yang dengannya dapat membawaku lebih dekat dengan Allah, yang dengannya aku dapat menikmati indahnya kehidupan. 

Aamiin...Aamiin...Aamiin...

 Jakarta,1 Juli 2014

by:Zuli

Rabu, 16 April 2014

Saat Kenyataan Tidak Sesuai Dengan Keinginan



Kadang, kita mendapatkan kondisi atau kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Maksud hati ingin mendapatkan A, kita malah mendapatkan B padahal hal ini tidak kita inginkan. Lalu kebanyakan orang mengeluh. Padahal, kita sudah membaca ayat Al Quran yang cukup populer ini.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 216)


Benar Sich Tapi Sulit…

Namanya juga sesuatu yang kita benci, pasti sulit. Namun akan lebih sulit jika kita tidak bisa menerimanya. Saat kita tidak bisa menerima kenyataan itu, hati kita sakit, perasaan kita akan sulit, dan itu akan terjadi terus-menerus. Namun, jika kita mau menerima kesulitan menerima kenyataan tersebut dengan ikhlas dan shabar, maka kemudahan akan kita dapatkan setelahnya.

Bagaimana Agar Kita Mampu Menerima Rencana Allah Meski Pahit?
Banyak orang yang hanya berkata sulit. Memang sulit, so what gitu lho? Saat Anda harus pergi ke kantor atau kuliah, naik motor atau kendaraan lainnya, resiko selalu ada di jalan. Tapi tetap saja kita harus berangkat, meski capek dan meski menghadapi resiko. Sama halnya saat kita menghadapi kondisi yang tidak kita inginkan, memang sulit untuk menerimanya, tetapi tidak ada cara lain jika kita ingin mendapatkan kebaikannya.

Cara Jangka Panjang: Meningkatkan Keimanan

Jika kita masih merasa begitu sulit menerima ketentuan Allah, padahal kita sudah mengetahui apa yang dikatakan Allah melalui ayat diatas. Itu tandanya iman kita masih perlu terus ditingkatkan lagi. Semakin tinggi iman kita, insya Allah kita akan semakin kuat menerima kondisi hidup sepahit apa pun.

Jika kita terus mengatakan sulit-sulit-sulit dan sulit, maka periksalah keimanan kita. Temui guru-guru mintalah nasihat, baca al Quran, Dzikr, Shalat Malam, Shaum sunah, dan berbagai amalan-amalan lainnya. Sebab, setiap amalan akan memberikan tambahan kekuatan iman kepada kita. Juga, bergaulah dengan orang-orang shaleh, yang selalu memberi contoh dan nasihat kebaikan.

Bukan hanya bersikap cengeng, mengatakan sulit terus, curhat kesana kemari tetapi melupakan curhat kepada Allah, dan berharap belas kasihan dari manusia, tetapi tidak berharap dari Allah. Periksalah sikap kita selama ini.

Alihkan Fokus kita


Seringkali, kita akan merasa sakit terus saat kita terus memikirkannya. Masalahnya, yang kita fikirkan adalah rasa sakit dan hal yang tidak kita senangi. Maka rasa sakit akan semakin kuat. Alihkan fokus Anda, daripada memikirkan rasa sakit dan hal-hal yang tidak menyenangkan, kenapa tidak fokus pada:

Kebaikan yang telah Allah siapkan dari kondisi ini. Yakinlah ada kebaikan, meski kita belum mengetahui.
Bagaimana cara mendapatkan kebaikan itu?
Upaya apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah (jika ada).

Ambillah Hikmah

Setiap kejadian itu ada hikmah, pahit atau manis, hikmahnya selalu baik.

Rasulullah SAW bersabda; “Hikmah itu adalah barang yang hilang milik orang yang beriman. Di mana saja ia menemukannya, maka ambillah.” (HR. Tirmidzi)

Salah satu kebaikan yang bisa kita dapatkan dari setiap peristiwa atau kondisi, meski pun sangat menyakitkan adalah hikmah yang terkandung di dalamnya.

Hikmah itu selalu ada, kadang perlu waktu untuk menemukan hikmah itu. Pernahkan ada orang yang berkata,

“Untung saja saat itu saya tidak pergi.”

“Untung saja saya di PHK dan sekarang jadi pengusaha sukses.”

Di PHK memang pahit, kita kehilangan sumber penghasilan yang mungkin satu-satunya. Dan kita mengalami hari-hari yang sulit setelah itu. Namun saat menghadapinya dengan keshabaran dan keikhlasan, kondisi seperti ini bisa menjadikan orang tersebut menjadi pengusaha yang handal.

Selalu ada hikmahnya, yakini itu!

Optimalkan Saja Kondisi Yang Ada


Jika kita sudah yakin, bahwa apa yang sedang kita alami adalah media pendidikan bagi kita agar lebih baik, maka kita bisa mengoptimalkan media ini agar memberikan pelajaran yang berharga bagi diri kita. Kita bisa belajar dari kegagalan, kita bisa memacu pikiran kita untuk mendapatkan ide brilian supaya bisa keluar dari kondisi sulit, dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi cobaan.

Jika kita melewatkan masa pendidikan tersebut hanya dengan mengeluh, menangis, dan meratapi kondisi, maka kita akan menyia-nyiakan waktu kita dengan hal yang tidak berguna.

Senin, 24 Maret 2014

Antara Jodoh atau Maut

Antara Jodoh dan Maut adalah 2 diantara Rahasia Allah
Namun ketahuilah ,dari rahasia itu MAUT lah yang lebih dekat dengan diri kita…
Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian….
Manusia diciptakan oleh Allah dari tanah, pada akhirnya nanti juga akan kembali menjadi tanah….
Dan….akan diminta pertanggung jawabannya selama hidup di dunia…
Sama halnya Dalam masa menanti Jodoh…
Jangan terfokus pada sosok yang dinanti
Tapi Fokuslah pada diri sendiri
Bagaimana diri agar menjadi yang terbaik
Dan tetap Istiqomah dalam kebaikan
Karena sungguh kita takkan pernah tahu mana yang akan lebih dulu datang MENJEMPUT…
JODOH ATAU MAUT…??

Senin, 03 Maret 2014

Resep tidak Galau...^_^

Nasehat Imam Hasan Al Basri
Imam Hasan Al Basri berkata pada murid-muridnya. Jika engkau ingin ketenangan hati dan ketentraman jiwa maka:
  1. Tadabur Qur’an (baca Al Qur’an dengan artinya)
  2. Istiqomah puasa sunnat (senin & kamis).
  3. Shalat tahajud (Qiyamul lail).
  4. Muhasabah (menghisab diri) di sepertiga malam.
  5. Bergaulah dengan orang-orang sholeh.
Insya Allah…
Allah akan memberi kebersihan hati dengan lisan yang terjaga. Kecerdasan, kearifan dan bijaksana dalam berfikir, serta adil dan ikhlas dalam mengambil keputusan

Rabu, 05 Februari 2014

Manisnya Iman







Seorang mukmin yang paling berbahagia adalah mukmin yang telah merasakan manisnya iman. Manisnya iman adalah ketika kita merasakan sebuah kelezatan atau kenikmatan ketika beribadah kepada Allah swt sehingga ibadah menjadi sebuah candu yangmembuat kita selalu ingin beribadah terus kepada Allah dan mendorong kita selalu ingin mencari ridho Allah swt dalam beribadah.
Namun tak semua mukmin bisa merasakan manisnya iman. seorang yang rajin shalat dan puasa tidak otomatis akan merasakan manisnya iman.

Banyak orang yang beriman ingin merasakan manisnya iman, sehingga mereka berusaha
meningkatkan amalan-amalan ibadah mereka. Namun tetap saja mereka tidak bisa merasakan manisnya iman. Manisnya iman hanya dapat dinikmati oleh orang-orang yang beriman dengan iman yang sebenar-benarnya, yang disifati dengan ciri-ciri yang mengindikasikan sebagai ahlinya.

Orang yang beriman yang rajin ibadah namun tak dapat merasakan manisnya iman ibarat seperti orang yang menanam pohon, namun pohon tersebut tak kunjung berbuah, sehingga tidak dapat menikmati hasil dari apa yang ditanamnya.

Nabi Muhammad Saw pernah bersabda mengenai cara agar seseorang dapat mendapatkan dan merasakan manisnya iman: "Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia
mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka" ( HR. Bukhori)

Subhanallah beruntung sekali hamba yang mampu meraih nikmat manisnya iman

Senin, 06 Januari 2014

Ku Bersyukur...









Sukses tidaknya hidup seseorang sangat bergantung pada kemampuan mengawasi diri.
Seberapa banyak kebaikan yang diperbuat dan seberapa besar kesalahan yang terlakoni. Kalau hasil hitungan itu positif, syukur adalah sikap yang paling tepat. Tapi jika negatif, istighfarlah yang terus ia ucapkan. Kesalahan itu pun menjadi pelajaran, agar tidak terulang di hari esok.
Pada tanggal 28 Desember itu adalah hari bersejarah buatku…bersyukur kepada Allah karena ketika tiba pengumuman best performance..namaku disebut…sebenarnya tidak menduga terpilih menjadi karyawan teladan…karena pada diri ini masih banyak kekurangan …dan masih banyak yang lebih baik lagi…
Semua orang selalu menginginkan yang terbaik dalam hidupnya dan untuk dirinya. Akan tetapi, tidak semua orang mau melakukan yang terbaik dalam kehidupannya. Terbaik versi manusia dan Allah pun seringkali berbeda. Seringkali manusia mengartikan yang terbaik itu ketika semua sesuai dengan keinginannya, sedangkan Allah lebih tahu yang diinginkan, yang dibutuhkan dan yang terbaik untuk makhluk-Nya.

Tapi Allah sudah menuliskan dan sudah merancang ini semua..Akhirnya aku termasuk orang yang terpilih dalam “Best Performance” itu…
Dan bertambah rasa syukur itu setelah namaku disebut untuk karyawan yang akan diberangkatkan umrah…
Langsung setika sujud syukurku kepada-Mu ya Allah…
Berangkat umrah sejak dari dulu adalah impianku…bagaimana bisa sampai ke Baitullah…dan mulai menabung-nabung…tapi ada saja pengeluaran,sehingga tabungan ini terkuras…
Ternyata Allah memberi rezkinya yang tidak diduga-duga…
Ya Allah, Ya Rabb kalaulah bukan karena Engkau yang maha berkehendak, yg maha memelihara yg menentukan, hanya kepada Mu lah Ya Allah kami memohon sempurnakan niat kami dan berilah kami kesempatan untuk bersujud di hadapan rumah Mu ya Allah Ka'bah Almukaramah untuk bertasbih mengagungkan kebesaran Ya Allah,


Orang yang baik adalah orang yang mau melakukan yang terbaik. Orang yang sukses adalah orang yang tidak bosan menjalani proses. Orang yang sempurna adalah orang yang selalu menyempurnakan ikhtiar dan doanya. So, do the best as we can do.
 

Senin, 28 Oktober 2013

Aku Heran...



Aku heran melihat orang berbangga dengan baju mewahnya, bukankah itu menunjukkan kekurangannya bahwa ternyata ia mempunyai tubuh yang tidak sempurna….dan aku berpikir apakah ia kelak akan dapat berbangga dengan penampilannya itu di padang Masyhar.?
Aku pun heran melihat orang bangga dengan kata-kata kasarnya serta perkataan manisnya(sindiran kecil & janjinya) yang dapat membuat orang sakit hati, bukankah itu menunjukkan kekurangannya dalam ilmu Bahasa dan aku berpikir apakah ia kelak akan dapat berbangga dengan pertanyaan di Alam Kuburnya.?
Aku heran melihat orang bebangga dengan make-up dan aksesoris ditubuhnya, bukankah itu menunjukkan bahwa wajahnya tidak sebagus aslinya, dan aku berpikir apakah ia masih dapat berbangga kelak ketika berhadapan dengan Rabbinya.?
Aku heran melihat orang bangga dengan rumahnya yang megah,bukankah itu menunjukkan bahwa ia masih memerlukan tempat berteduh di bumi Allah yang sudah ditundukkan untuknya ini, dan aku berpikir apakah ia masih dapat berteduh kelak di Masyhar ketika jarak matahari hanya beberapa jengkal darinya.
Aku heran melihat orang bangga dengan kendaraannya, bukankah itu menunukkan kelemahannya bahwa ia masih memerlukan sarana untuk bergerak dibumi Allah yang kecil ini, dan aku berpikir apakah ia kelak masih dapat berbangga dengan kendaraannya ketika harus melewati titian shirot yang melintang di atas neraka.
Aku heran melihat orang bebangga dengan tanah luas dan kebun-kebun yang dimilikinya, bukankah itu menunjukkan bahwa ia masih memerlukan tempat pijakan di bumi Allah ini, dan aku berpikir apakah ia kelak akan mampu mendapatkan tanah di surga meskipun hanya beberapa sentimeter.
Aku heran melihat orang berlomba-lomba mencari makanan mewah hanya untuk mengisi perutnya, bukankah itu menunjukkan dia masih memerlukan benda lain untuk bertahan hidup, dan aku berpikir apa makanannya kelak di akhirat nanti...

Wallahu'alam...